Di sebuah tempat yang sedang turun hujan dengan derasnya sepasang suami-istri yang berboncengan sepeda berpapasan dengan sepasang suami-istri yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Si istri berkata, “Pak, enak sekali ya mereka yang punya motor itu, bisa cepat sampai rumah,” suaminya hanya menatapi motor yang lewat itu.
Suami-istri yang berboncengan motor yang juga kehujanan itu berpapasan dengan sepasang suami-istri lain yang dengan nyaman duduk di dalam mobil yang hangat tanpa basah sedikit pun.
“Mas kita beli mobil dong, biar kalo hujan tidak basah seperti ini,” ujar sang istri yang berboncengan motor.
“Iya. Nanti kita beli. Makanya ibu menabung ya,” jawab suaminya.
Di dalam mobil yang hangat itu, suami-istri yang tampaknya tidak akur sedang memperhatikan sepasang suami-istri paruh baya yang berada di bawah guyuran hujan dengan hanya berpayung daun pisang berjalan kaki sambil berpegangan tangan dan bercanda dengan riangnya.
“Mesranya mereka. Walaupun badan basah kuyup tetapi tetap senang dan bahagia. Tidak seperti kita,” celetuk sang istri yang memperhatikan suami-istri dengan daun pisang.
Suaminya tertegun melihat pemandangan itu. Sungguh, mereka tak peduli basahnya guyuran air hujan atau sakit setelah mereka tersiram hujan. Mereka bahagia seperti tidak ada masalah apapun. Berbeda dengan keadaannya yang serba kecukupan, memiliki kendaraan yang membuat mereka terlindung dari hujan tapi tidak bahagia, sering bertengkar dengan istrinya. Sang suami pun tanpa sadar memegang tangan istrinya dan berkata, “maaf”.
---------
From that story, we learn one thing, kalo harta emang gak bisa ngebeli semua kebahagiaan. Dengan adanya kebahagiaan maka kita akan merasa cukup dengan semua yang telah kita miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar